| | |||||||||||||
Tanggal : 01/04/2010, 12:08:39, dibaca 192 kali.
Pemerataan pendidikan akan membuat warga Indonesia memiliki keterampilan hidup, mampu mengenal dan mengatasi masalah diri serta lingkungannya, mendorong tegaknya masyarakat madani modern yang dijiwai nilai Pancasila. Sesuai dengan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Departemen Pendidikan Nasional berkewajiban mencapai visi pendidikan nasional sebagai berikut. "Terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga negara Indonesia berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah". Sejalan dengan visi pendidikan nasional tersebut, Depdiknas menyusun visi Departemen Pendidikan Nasional pada tahun 2025 menghasilkan "Insan Indonesia cerdas dan kompetitif (insan kamil/insan paripurna) yang cerdas secara spiritual, emosional, sosial, intelektual, dan cerdas kinestetis. "Aspek fundamental pendidikan adalah menyiapkan generasi yang kuat lahir batin. Menyelaraskan semua proses pendidikan berdasarkan fitrah penciptaan anak didik sebagai manusia, yaitu fitrah kebenaran, fitrah tauhid, dan fitrah berperilaku positif." Fenomena indeks pembangunan manusia (IPM) yang diukur dengan tingkat kuantitatif angka partisipasi murni (APM) dan angka partisipasi kasar (APK), saat ini tampaknya menjadi acuan indikator kemajuan sebuah daerah dalam menentukan kualitas sumber daya manusia (SDM). Percepatan Wajar Dikdas menjadi visi Departemen Pendidikan Nasional sampai tahun 2010. Semua percepatan ini dinilai positif bagi upaya membangun kesadaran akan pentingnya pendidikan dan kualitas SDM menuju visi di atas. Apabila dikaitkan dengan wajar dikdas, tampaknya Kota Bandung sudah tidak lagi menjadi masalah, tinggal fokus pada mutu pelayanan yang mampu memenuhi delapan standar nasional pendidikan, kemudian pendidikan afektif terhadap anak-anak dapat di perhatikan secara serius, selanjutnya pendidikan demokratis diharapkan Kota Bandung menjadi rintisan model. Upaya tersebut juga termaktub didalam visi dinas pendidikan Kota Bandung 2008-2012 "Mewujudkan masyarakat kota Bandung yang cerdas, sehat, produktif, berakhlak mulia, dan cinta lingkungan guna mendukung Bandung bermartabat". Langkah yang dilakukan yaitu berupa peningkatan aksesibilitas dan mutu pendidikan menuju standar nasional pendidikan, pengembangan pendidikan karakter (character building) menuju akhlak mulia, pengembangan sekolah sehat dan sekolah berwawasan lingkungan, peningkatan kinerja dan pelayanan pendidikan berbasis masyarakat, pengembangan kepemudaan, olah raga, dan seni budaya, peningkatan profesionalisme dan kesejahteraan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan, pengembangan good governance melalui manajemen pendidikan yang akuntabel dan transparan. Karena keragaman persepsi akan berpengaruh terhadap ketercapaian yang diinginkan maka dari itu diharapkan dinas pendidikan Kota Bandung sebagai leading sector di bidang pendidikan, perlu merangkul berbagai elemen untuk berjuang bersama-sama dalam meningkatkan kualitas pendidikan di kota Bandung. Kualitas pendidikan salah satunya dapat diukur dari upaya membangun manusia yang berkarakter. Berkarakter berarti memiliki kompetensi, spirit dan kepercayaan diri tinggi untuk mencapai keunggulan. Karena hal itulah yang menjadi modal utama untuk mampu mencetak sumber daya manusia yang kompetitif, berprestasi dan siap menghadapi persaingan global. Political will (kemauan politik) pemerintah terhadap pendidikan sangat menentukan kemajuan pendidikan suatu bangsa. Seperti yang dinyatakan Anita Lie dalam artikelnya yang berjudul "Pendidikan dalam Dinamika Globalisasi" mengemukakan bahwa untuk memajukan dunia pendidikan dibutuhkan suatu komitmen dan kemauan yang kuat dari pemerintah. Evaluasi akhir tahun 2009, refleksi menuju upaya kongkret dalam pembenahan implementasi program pendidikan secara komprehensif baik ditingkat makro maupun mikro. Wallahualam bishawab. Semoga Bermanfaat!*** Wassalam Firman Oktora artikel ini telah di publikasikan di Harian Umum Pikiran Rakyat edisi Senin, 28 Desember 2009 link asli : http://newspaper.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&id=118284 Kembali ke Atas |
Berita Lainnya : |
| Silahkan Isi Komentar dari tulisan berita diatas |