| | |||||||||||||
Tanggal : 01/13/2010, 00:13:24, dibaca 208 kali. Oleh : Titie Surtiyah K., S.Pd.
"Komponen yang memengaruhi proses belajar-mengajar (PBM) adalah guru, siswa, kurikulum, metode, sarana, prasarana, dan lingkungan." Depdikbud (1994:4) Dari komponen tersebut, gurulah yang lebih menentukan, karena dialah yang akan mengelola komponen lainnya. Oleh karena itu, guru diharapkan dapat meningkatkan kegiatan proses belajar-mengajar sesuai dengan tuntutan kurikulum. Metode pembelajaran yang akan diterapkan untuk menyajikan materi pelajaran tertentu, juga menjadi tanggung jawab guru. Sekalipun sudah ada panduan tentang metode pembelajaran untuk diterapkan oleh guru, tetap saja guru memiliki kewenangan untuk memilih dan menetapkan metode pembelajaran yang tepat. Keterampilan di masa depan adalah berupa kemampuan multitasking, multimedia learning, games, simulations & creative expressions. Oleh karena itu, akan terjadi perubahan tradisi belajar yang sebelumnya lisan, berubah menjadi tradisi tulisan/cetak, dan akhirnya berlanjut pada tradisi digital. Untuk menghadapi perubahan tersebut, perlu ada inovasi proses pembelajaran yang mengarah pada keterampilan masa depan yaitu dengan adanya integrasi antara program pendidikan dengan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi. Hal tersebut sejalan dengan yang diungkapkan oleh Ketua AGMP TIK-PGRI Jawa Barat, Firman Oktora, S.Si., M.Pd. pada kegiatan pelatihan ThinkQuest beberapa waktu yang lalu. Dalam pelatihan tersebut, mengemuka bahwa teknologi informasi dan komunikasi seyogianya dapat dijadikan alat untuk membantu guru dalam melakukan inovasi pembelajaran serta melatih siswa untuk kreatif. Upaya peningkatan mutu pendidikan hendaknya dilaksanakan dengan cara meningkatkan keprofesian guru melalui pengembangan inovasi pendidikan. Dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi dewasa ini, para guru dapat memanfaatkan situs web sebagai media pembelajaran. Ketika di sekolah telah tersedia perangkat komputer dan akses internet, maka guru dapat menugaskan para siswanya untuk mengunjungi situs web yang dimaksud. Tidak sekadar mengunjungi situs web tersebut, para siswa juga ditugaskan untuk mendiskusikan materi pelajaran yang dikemas di dalamnya. Dengan demikian, siswa diharapkan dapat mengembangkan keterampilan melalui teknologi informasi dan komunikasi, sekaligus melatih kemampuannya dalam mencari dan mengelola informasi. Siswa juga dimungkinkan dapat melakukan kritik analisis, membuat kesimpulan dan mengambil keputusan, investigasi, serta mpenguji data, merencanakan, juga memecahkan masalah. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kota Bandung bekerja sama dengan Oracle Education Foundation berupa Workshop Pembelajaran Berbasis Web dengan menggunakan ThinkQuest di Bandung. Kegiatan yang melibatkan guru bahasa Inggris serta guru teknologi informasi dan komunikasi itu merupakan upaya strategis untuk mengembangkan kreativitas guru dalam mengembangkan pembelajaran. Dalam program ThinkQuest terdapat kegiatan pengembangan kreativitas guru dan siswa melalui Collaborative Project. Guru dan siswa bekerja sama, berdiskusi, dan bertukar argumentasi, pemikiran kreatif, rancangan kreatif, eksperimental, prototipe, penemuan, dan inovasi mereka. Bahkan, melalui situs web ThinkQuest ini, guru dan siswa seluruh dunia saling terhubung dan berkomunikasi, yang secara tidak langsung dapat mengembangkan kemampuan guru dan siswa dalam menggunakan bahasa Inggris. Semoga awal tahun 2010 ini menjadi momentum awal guru untuk lebih inovatif dan kreatif dalam mempersiapkan peserta didik agar mampu bersaing di tingkat internasional. ***(tulisan ini telah di publikasikan di Harian Umum Pikiran Rakyat edisi 4 Januari 2010) Guru SMP Negeri 15 Bandung.
Kembali ke Atas |
Berita Lainnya : |
| Silahkan Isi Komentar dari tulisan berita diatas |