Agenda

08 September 2010
M
S
S
R
K
J
S
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
1
2
3
4
5
6
7
8
9

Jajak Pendapat

Bagaimana menurut Anda tentang tampilan website ini ?
Bagus
Cukup
Kurang
 Lihat

Berita

Negara Dengan Kualitas Pendidikan Terbaik Di Dunia

Tanggal : 01/15/2010, 15:15:49, dibaca 149 kali.

Bukan Amerika dengan Harvard-nya, bukan Jerman atau Perancis, apalagi

Indonesia dengan ITB-nya ...



Tahukah Anda negara mana yang kualitas pendidikannya menduduki peringkat

pertama di dunia?



Finlandia. Negara dengan ibukota Helsinki (tempat ditandatanganinya

perjanjian damai antara RI dengan GAM) ini memang begitu luar biasa.

Peringkat 1 dunia ini diperoleh Finlandia berdasarkan hasil survei

internasional yang komprehensif pada tahun 2003 oleh Organization for

Economic Cooperation and Development (OECD). Tes tersebut dikenal dengan

nama PISA (Programme for International Student Assesment) mengukur kemampuan

siswa di bidang Sains, Membaca, dan juga Matematika.



Finlandia



Hebatnya, Finlandia bukan hanya unggul secara akademis tapi juga menunjukkan

unggul dalam pendidikan anak-anak lemah mental.



Ringkasnya, Finlandia berhasil membuat semua siswanya cerdas. Lantas apa

kuncinya sehingga Finlandia menjadi Top No 1 dunia?

Dalam masalah anggaran pendidikan Finlandia memang sedikit lebih tinggi

dibandingkan rata-rata negara di Eropa tapi masih kalah dengan beberapa

negara lainnya. Finlandia tidaklah menggenjot siswanya dengan menambah

jam-jam belajar, memberi beban PR tambahan, menerapkan disiplin tentara,

atau memborbardir siswa dengan berbagai tes. Sebaliknya, siswa di Finlandia

mulai sekolah pada usia yang agak lambat dibandingkan dengan negara-negara

lain, yaitu pada usia 7 tahun, dan jam sekolah mereka justru lebih sedikit,

yaitu hanya 30 jam perminggu. Bandingkan dengan Korea, ranking kedua setelah

Finlandia, yang siswanya menghabiskan 50 jam perminggu.



Apa gerangan kuncinya?



Ternyata kuncinya terletak pada kualitas guru. Di Finlandia hanya ada

guru-guru dengan kualitas terbaik dengan pelatihan terbaik pula. Profesi

guru sendiri adalah profesi yang sangat dihargai, meski gaji mereka tidaklah

fantastis. Lulusan sekolah menengah terbaik biasanya justru mendaftar untuk

dapat masuk di sekolah-sekolah pendidikan, dan hanya 1 dari 7 pelamar yang

bisa diterima. Persaingannya lebih ketat daripada masuk ke fakultas hukum

atau kedokteran!



Jika negara-negara lain percaya bahwa ujian dan evaluasi bagi siswa

merupakan bagian yang sangat penting bagi kualitas pendidikan, Finlandia

justru percaya bahwa ujian dan testing itulah yang menghancurkan tujuan

belajar siswa. Terlalu banyak testing membuat kita cenderung mengajarkan

kepada siswa untuk semata lolos dari ujian, ungkap seorang guru di

Finlandia.



Pada usia 18 th siswa mengambil ujian untuk mengetahui kualifikasi mereka di

perguruan tinggi dan dua pertiga lulusan melanjutkan ke perguruan tinggi.



Siswa diajar untuk mengevaluasi dirinya sendiri, bahkan sejak Pra-TK!

Ini membantu siswa belajar bertanggungjawab atas pekerjaan mereka sendiri,

kata Sundstrom, kepala sekolah di SD Poikkilaakso, Finlandia.



Siswa didorong untuk bekerja secara independen dengan berusaha mencari

sendiri informasi yang mereka butuhkan. Suasana sekolah sangat santai dan

fleksibel. Adanya terlalu banyak komando hanya akan menghasilkan rasa

tertekan, dan mengakibatkan suasana belajar menjadi tidak menyenangkan.



Kelompok siswa yang lambat mendapat dukungan intensif. Hal ini juga yang

membuat Finlandia sukses.



Berdasarkan penemuan PISA, sekolah-sekolah di Finlandia sangat kecil

perbedaan antara siswa yang berprestasi baik dan yang buruk dan merupakan

yang terbaik menurut OECD. Remedial tidaklah dianggap sebagai tanda

kegagalan tapi sebagai kesempatan untuk memperbaiki. Seorang guru yang

bertugas menangani masalah belajar dan prilaku siswa membuat program

individual bagi setiap siswa dengan penekanan tujuan-tujuan yang harus

dicapai, umpamanya: Pertama, masuk kelas; kemudian datang tepat waktu;

berikutnya, bawa buku, dlsb. Kalau mendapat PR siswa bahkan tidak perlu

untuk menjawab dengan benar, yang penting mereka berusaha.



Para guru sangat menghindari kritik terhadap pekerjaan siswa mereka. Menurut

mereka, jika kita mengatakan "Kamu salah" pada siswa, maka hal tersebut akan

membuat siswa malu. Dan jika mereka malu maka ini akan menghambat mereka

dalam belajar. Setiap siswa diperbolehkan melakukan kesalahan. Mereka hanya

diminta membandingkan hasil mereka dengan nilai sebelumnya, dan tidak dengan

siswa lainnya.



Setiap siswa diharapkan agar bangga terhadap dirinya masing-masing. Ranking

hanya membuat guru memfokuskan diri pada segelintir siswa tertentu yang

dianggap terbaik di kelasnya.

 ***firo


(sumber: milis guru-tendik indonesia)



Kembali ke Atas




Berita Lainnya :
 Silahkan Isi Komentar dari tulisan berita diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :


   Kembali ke Atas